BAB 2 MATERI 2


O genki desu ka. minna??
Baru beberapa hari tidak update rasanya penengen cepet update.. mungkin sekarang saatnya... ^_^

Yoshh..!! Hari ini kita membahas tentang cara penulisan dengan huruf Hiragana, atau boleh kita sebut dengan "hiragana no kakikata (平仮名の書き方)". Pada dasarnya, aturan penulisan huruf Hiragana ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

* Sei On (清音) = Suara Pendek
* Chou On (長音) = Suara Panjang
* Soku On (促音) = Suara Kembar
* Joshi (助 詞) = Partikel
Nanti kita bahas ke-empat aturan diatas.
Tapi, sebelumnya Saya ingin mengingatkan lagi, tahap ini hanya untuk kalian yang sudah hafal huruf Hiragana. Jika kalian masih belum menghafalnya, haraf kembali ke materi sebelumnya, yaitu di Materi 1. Jadi Mohon hafalkan dulu!
Ingat harus disiplin!
Bagi yang sudah hafal, yuk lanjutkan!!

Nahh.. kembali ke topik. Aturan penulisan huruf Hiragana ini sangat penting dan perlu untuk ditaati/dilakukan, karena erat kaitannya dengan panjang-pendeknya suara yang dimana dapat mempengaruhi arti dari kata itu sendiri.

Sebagai contoh :
yume dan yuumei
yume berarti mimpi,sedangkan yuumei adalah terkenal.
Jelas berbeda bukan?

Contoh lain :
ie dan iie
ie artinya rumah, sedangkan iie artinya tidak

Tuh kan artinya berbeda lagi...!!
Makanya harus berhati-hati dalam mengucapkan panjang-pendeknya dari suatu kata Bahasa Jepang.

Yosh!! mari kita mulai...
Hajimemashou!! (はじめましょう!!!)

=========================
> Sei On (清音) = Suara Pendek"

Sei on "(清音)atau suara pendek merupakan kata-kata yang diucapkan secara pendek. Dalam penulisan huruf Hiragana, cara penulisannya pun ditulis dengan hiragana biasa.
Contoh :
Mizu = みず = Air
Yume = ゆめ = Mimpi
Iku    = いく = Pergi
Hanasu = はなす = Berbicara

> Chou On (長音) = Suara Panjang
Dalam kosakata bahasa Jepang terdapat bunyi panjang.
Bunyi panjang dalam bahasa Jepang disebut "Chou on". Bunyi panjang bila diucapkan pendek maka artinya akan berbeda. Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Jangan sampai lupa!!

Nah, untuk penulisan suara panjang ini, mengikuti huruf vokal yang terakhir yang diucapkan...
misalnya :
*untuk A* : Okaasan = おかあさん = Ibu
*untuk I* : Ojiisan = おじいさん = Kakek
*untuk U* : Yuumei = ゆうめい = Terkenal
Akantetapi, untuk akhiran vokal yang berakhiran E dan O agak berbeda.
Dimana untuk E jika dipanjangkan harus diikuti dengan huruf I, dan untuk huruf O diikuti dengan huruf U.

Kita ambil contoh :
*untuk E* : Yuumei = ゆうめい = Terkenal
Tokei = とけい = Jam

Jadi kesimpulannya adalah, jika kalian menemukan kata seperti "YUUMEI" berarti bukan dibaca YUUMEI melainkan dibaca YUUMEE. atau "TOKEI" bukan dibaca TOKEI melainkan TOKEE.
*untuk O* : Saikou = さいこう = Keren = dibaca *SAIKOO*
Hikouki = ひこうき = Pesawat = dibaca* HIKOOKI*

> Soku On (促音) = Suara Kembar
Istilah "soku on", dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan konsonan rangkap atau konsonan ganda. dalam bahasa Jepang terdapat kosakata yang mempunyai bunyi konsonan rangkap, tetapi tidak ada huruf mati yang berdiri sendiri.
Oleh karena itu untuk dapat mengucapkan bunyi konsonan rangkap diperlukan bantuan 1 huruf kana yaitu huruf " tsu つ” tapi dalam bentuk ukuran kecil (っ), bila kita posisikan maka ukurannya ditulis kira-kira sebesar seperempat dari bentuk huruf kana biasa. Huruf "tsu (っ)” kecil hanya membantu merangkapkan 4 konsonan yang mengikuti bunyi huruf kana berikutnya yaitu p, s, k dan t.
Contoh : Gakkou = がっこう = Sekolah = dibaca *GAKKOO*
Zasshi = ざっし = Majalah Kitte = きって = perangko
Suppai = すっぱい = Asam

JOSHI (助 詞) = partikel
Joshi / partikel yang akan kita bahas pada BAB ini ada 3 huruf yang menggunakan huruf Hiragana yaitu :
* HA = は
* HE = へ
* WO = を
Keunikan dari Joshi ini adalah cara pengucapannya yang berbeda dari penulisan.
Yosh! kita bahas partikel-partikel tersebut

* HA = は yang dibaca WA Yang juga bisa berarti ADALAH, Contoh kalimatnya seperti yang sudah kita bahas di pelajaran sebelumnya tentang pola WA (は).

Contoh Kalimat
"Watashi Wa Akihabara Kara Kimashita. "わたし は あきはばら から きました
Coba perhatikan, ada 2 huruf HA yang berbeda cara pengucapannya...
Kesimpulannya adalah, tidak semua huruf HA (は) itu dibaca WA.. huruf HA dibaca WA jika huruf tersebut merupakan pola kalimat.
Jika huruf HA tersebut *BUKANLAH* pola kalimat, maka harus tetap dibaca HA... seperti pada kata AKIHABARA (あきはばら)

NB : Joshi/partikel ini wajib untuk kalian ketahui sekarang, karena kita akan sering menggunakannya.
Lagi pula, kita sudah mempelajarinya di pelajaran sebelumnya kan??

* HE = へ yang dibaca E Sebenarnya, Joshi ini belum wajib untuk kalian pelajari, karena belum diajarkan dan akan dibahas di BAB depan. Tapi tidak masalah untuk dipelajari sekedar pengetahuan.
Joshi HE = へ bisa juga berarti KE. Yang biasa digunakan untuk memberikan keterangan untuk pergi ke suatu tempat. Misalnya Contoh Kalimat
-Akihabara e Iku
-あきはばら へ いく
-Pergi ke Akihabara

Hal yang perlu diperhatikan juga disini adalah, tidak semua huruf HE (へ) dibaca E. Huruf HE (へ) dibaca E jika huruf tersebut memang merupakan partikel (JOSHI), jika bukan maka akan tetap dibaca HE,, misalnya pada kata へす dibaca HESU dan *BUKAN ESU*

* WO = を yang dibaca O Sama seperti partikel HE, *JOSHI* ini masih belum wajib untuk dipelajari, tapi bisa dijadikan sebagai pengetahuan dasar

Kata WO (を) tidak memiliki arti dalam Bahasa Indonesia, tetapi memiliki peran yang sangat penting.
Huruf WO (を) ditempelkan ke akhir suatu kata untuk menandakan bahwa kata tersebut merupakan objek langsung verbalnya. Huruf ini bisa dibilang tidak pernah digunakan untuk keperluan lain.

Yosh, daripada kalian pusing sendiri, saya kasih contohnya deh.
Contoh Kalimat :
-Sakana o Tabemasu
-さかな を たべます
-Makan Ikan
Sakana (yang artinya IKAN) adalah *Objek*, dan Tabemasu (yang artinya MAKAN) adalah *Predikat*.

Nah, perhatikan!! Jika kalian ingin melakukan sesuatu kepada Objek, maka harus disimpan sebelum Predikat / Kata kerja dan harus ditambah partikel WO
Contoh Lain
-Kimi wo Ai Shiteru
-きみ を あい してる
-Mencintai Kamu
Kimi (yang artinya KAMU) menjadi *Objek*, dan Ai shiteru (Mencintai) merupakan *Predikat*.

Wokeh... itulah keempat cara penulisan huruf HIRAGANA, saya harap kalian mau membacanya berkali-kali hingga berada di luar kepala. Untuk PARTIKEL, jika kalian merasa pusing, cukuplah kalian mengerti partikel HA terlebih dahulu, kedua pola (HE dan WO) bisa dipelajari di BAB depan.

YOSH!! Sampai ketemu lagi di BAB selanjutnya!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar